• Kelompok Bersenjata Serang Gereja di Burkina Faso, Lima Tewas

    Kelompok Bersenjata Serang Gereja di Burkina Faso, Lima Tewas - Sekelompok penyerang bersenjata menembaki umat Kristen di Burkina Faso ketika jemaat meninggalkan sebuah gereja. Beberapa orang dilaporkan tewas, termasuk seorang pendeta.

     

    Selain menewaskan lima orang, sebuah sumber keamanan mengatakan bahwa setidaknya dua orang hilang dalam serangan yang menargetkan jemaat Protestan di kota kecil utara Silgadji, sekitar 200 kilometer dari Ibu Kota Ouagadougou.

     

    "Para penyerang menggunakan sepeda motor," kata seorang saksi mata kepada AFP

     

    "Mereka menembak ke udara sebelum membidik anggota jemaat," imbuhnya.

     

    "Serangan itu terjadi pada sore hari, tepat ketika umat Kritiani meninggalkan gereja pada akhir kebaktian," tukasnya.

     

    Lebih dari setengah penduduk Burkina Faso adalah Muslim, tetapi orang-orang Kristen, kebanyakan dari mereka adalah Katolik, berjumlah sekitar 30 persen dari populasi. Negara Afrika Barat itu telah berjuang memerangi kekerasan kelompok ekstrimis sejak 2015.

     

    Kelompok-kelompok ekstrimis secara teratur menargetkan pendeta Kristen dan ulama Muslim moderat di utara negara itu. Beberapa ratus orang telah kehilangan nyawa dalam aksi kekerasan itu. Seorang Pastor Katolik terbunuh pada Februari lalu dalam sebuah serangan yang dikaitkan dengan kelompok-kelompok ekstrimis, dan sekelompok pria bersenjata menculik seorang imam lain di utara pada bulan Maret.

     

    Serangan terbaru di Silgadji ini datang hanya lebih dari seminggu setelah serangkaian pemboman Paskah yang mematikan di Sri Lanka.

     

    Kanselir Jerman Angela Merkel rencananya akan mengunjungi Burkina Faso akhir pekan ini untuk mengekspresikan komitmen Jerman terhadap stabilitas regional. Merkel juga akan mengunjungi tentara Jerman yang ditempatkan di negara tetangga Mali, dan melakukan perjalanan ke lokasi pembangunan tempat perlindungan wanita di Niger.

     

    Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian

    Thanks for reading & have a nice day

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • Rusia Dituduh Diam-diam Pasang Rudal Nuklir di Venezuela

     

    Rusia Dituduh Diam-diam Pasang Rudal Nuklir di Venezuela - Rusia dituduh secara diam-diam telah memasang rudal berhulu ledak nuklir di Venezuela. Tuduhan senasional ini muncul dari anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Mario Diaz-Balart.

     

    Klaim politisi partai Republik itu menggemakan kembali Krisis Rudal Kuba. Menurutnya, senjata nuklir rezim Vladimir Putin sekarang menjadi ancaman langsung terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

     

    Dia membuat tuduhan tersebut beberapa jam setelah Venezuela di ambang perang saudara ketika pemimpin oposisi Juan Guaido menyerukan militer bergabung dengannya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

     

    Diaz-Balart mengatakan kepada Fox News jika Maduro tetap berkuasa, itu bisa menjadi pintu terbuka bagi Rusia, China dan pihak lain untuk meningkatkan aktivitas mereka terhadap kepentingan keamanan nasional AS.

     

    Jurnalis Fox News, Tucker Carlson, kemudian bertanya; "Apakah Anda bersugesti mereka akan menyerang?"

     

    "Yang paling dekat dengan perang nuklir adalah karena Rusia menempatkan rudal, benar, rudal nuklir di Kuba," jawab Diaz-Balart.

     

    "Apakah Anda mengatakan Rusia akan menempatkan rudal nuklir di Venezuela?," tanya Carlson lagi.

     

    "Sugesti saya adalah mereka sudah ada di sana," jawab Diaz-Balart, tanpa menawarkan bukti untuk mendukung klaimnya.

     

    Dukungan Putin yang sangat terbuka kepada Presiden Maduro telah lama dibandingkan dengan krisis tahun 1962 yang dipicu oleh pemasangan rudal-rudal nuklir Soviet di Kuba.

     

    Klaim Diaz-Balart juga muncul setelah Rusia mendaratkan dua pesawat pembom nuklir di Venezuela sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap negara Amerika Selatan tersebut.

     

    Dua pesawat pembom Tu-160 Rusia mendarat di Caracas pada bulan Desember ketika Putin secara terbuka mengumbar dukungannya kepada presiden sosialis Venzuela. Kedatangan kedua pesawat pembom Rusia di tanah Venezuela hanya berselang seminggu setelah Maduro yang hendak digulingkan oposisi melakukan perjalanan ke Moskow untuk bertemu dengan Putin.

     

    Para pengamat internasional menduga hubungan Putin dan Maduro didasarkan pada keuangan ketimbang persahabatan. Mengutip laporan The Sun, Kremlin memiliki dana senilai 13 miliar poundsterling yang dipinjamkan untuk menopang kekuasaan Maduro. Uang Rusia itu bisa hilang jika Maduro dilengserkan dari kekuasaan.

     

    Pemerintah Rusia maupun Venezuela belum berkomentar atas tuduhan politisi AS tersebut.

     

    Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian

    Thanks for reading & have a nice day

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • Berhadapan dengan Pesawat China, Jet Taiwan Keliru Tembakkan Senjata

    Berhadapan dengan Pesawat China, Jet Taiwan Keliru Tembakkan Senjata - Seorang pilot pesawat jet tempur Taiwan keliru menembakkan senjata bela diri ketika behadapan dengan sebuah pesawat tempur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China. Senjata yang ditembakkan pilot tersebut adalah proyektil umpan inframerah.

     

    Belum diketahui kapan dan dimana insiden itu terjadi, namun sumber yang mengetahui masalah tersebut mengungkapnya kepada China Times awal pekan ini. Insiden itu tidak memicu konflik langsung.

     

    "Penembakan proyektil umpan inframerah adalah tindakan defensif, sehingga tidak menyebabkan pertukaran tembakan," kata sumber yang tidak disebutkan namanya tersebut

     

    Proyektil umpan biasanya digunakan untuk menghindari terkena rudal musuh yang datang.

     

    Dalam insiden terpisah, pilot Taiwan lainnya secara tidak sengaja menembakkan proyektil umpan inframerah ketika memantau pesawat pengintai P-3C Amerika Serikat di dekat pulau itu.

     

    Angkatan Udara Taiwan tidak menanggapi pertanyaan tentang kedua insiden itu.

     

    Rincian dari pertemuan udara antar-pesawat militer yang langka itu menggarisbawahi ketegangan yang meningkat di Selat Taiwan. Taiwan merupakan titik api yang berpotensi berbahaya bagi Beijing, yang menganggap pulau sebagai provinsinya yang membangkang.

     

    Beijing telah meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan sejak Tsai Ing-wen, dari Partai Progresif Demokratik yang pro-kemerdekaan, menjadi presiden pada tahun 2016. Presiden perempuan ini menolak untuk menerima prinsip satu-China.

     

    Pada akhir Maret, dua jet tempur PLA China melintasi garis perbatasan yang memisahkan Taiwan dari China. Saat itu, Tsai merespons dengan memerintahkan "pengusiran paksa" pesawat tempur PLA jika nekat melewati "garis batas" lagi.

     

    Collin Koh, seorang pakar militer dari S. Rajaratnam School of International Studies di Singapore’s Nanyang Technological University, mengatakan meningkatnya tekanan militer dari Beijing dapat menyebabkan lebih banyak senjata ditembakkan secara keliru.

     

    "Meskipun tujuan sebenarnya (dari pilot Taiwan menembakkan proyektil umpan infra merah) sulit untuk dikonfirmasi, satu hal yang jelas—dalam keadaan tegang ada risiko penggunaan kekuatan yang tidak disengaja atau tidak disengaja," kata Koh.

     

    "Jika PLA melanjutkan apa yang disebut patroli pulau di sekitar Taiwan, kita dapat mengharapkan militer Taiwan untuk menjaga respons mereka—dan dari waktu ke waktu ketegangan yang menumpuk dapat meningkat menjadi kecelakaan."

     

    Laporan South China Morning Post juga mengatakan bahwa Taiwan telah menyebarkan sebagian kecil jet tempur untuk memperingatkan dan memonitor pesawat-pesawat tempur PLA selama setahun terakhir.

     

    Menurut sumber surat kabar tersebut, kegiatan militer di dekat pulau itu sedang dipantau pada jarak 30 km oleh militer Taiwan karena berusaha menghindari konflik yang tidak disengaja.

     

    Pakar militer yang bermarkas di Beijing, Zhou Chenming, mengatakan Taiwan berusaha mengerahkan lebih sedikit jet tempurnya untuk mengusir pesawat-pesawat China yang mengisyaratkan bahwa Taipei merasakan tekanan dari seberang Selat Taiwan.

     

    Tetapi, mantan wakil menteri pertahanan Taiwan Lin Chong-pin mengatakan tindakan itu lebih cenderung menjadi tanda bahwa pemerintah Tsai mengambil pendekatan yang bijaksana dan terkendali.

     

    Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian

    Thanks for reading & have a nice day

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • Eks Agen CIA Mengaku Bocorkan Rahasia Intelijen AS ke China

     

    Eks Agen CIA Mengaku Bocorkan Rahasia Intelijen AS ke China - Seorang mantan perwira CIA mengaku bersalah karena telah menyerahkan rahasia pertahanan dan intelijen Amerika Serikat (AS) ke China. Demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS, dalam kasus ketiga dengan rentang waktu kurang dari satu tahun.

     

    Dikatakan oleh Departemen Kehakiman AS, Jerry Chun Shing Lee (54) didekati dua perwira intelijen China pada 2010 lalu. Mereka bersedia membayar USD100 ribu dan merawatnya seumur hidup untuk informasi yang diperolehnya sebagai agen CIA. Lee meninggalkan CIA pada 2007 dan pindah ke Hong Kong.

     

    Ratusan ribu dolar kemudian dibayarkan ke rekening bank pribadi Lee antara 2010 dan 2013.

     

    Pernyataan itu mengatakan Lee telah membuat thumb drive yang berisi informasi rahasia tentang kegiatan CIA dan lokasi serta kerangka waktu operasi yang sensitif.

     

    Penggeledahan yang dilakukan FBI pada tahun 2012 di kamar hotel Honolulu yang terdaftar atas nama Lee juga ditemukan catatan tulisan tangannya tentang pekerjaannya sebagai petugas CIA sebelum 2004.

     

    "Catatan ini termasuk, antara lain, data intelijen yang diberikan oleh aset CIA, nama asli aset, lokasi pertemuan operasional dan nomor telepon, serta informasi tentang fasilitas rahasia,"

     

    Asisten Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional John Demers mengatakan itu adalah kasus ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun di mana seorang mantan perwira intelijen AS mengaku bersalah atau dinyatakan bersalah berkonspirasi untuk menyerahkan rahasia pertahanan ke China.

     

    "Setiap kasus ini merupakan pengkhianatan negara dan kolega yang tragis," katanya dalam pernyataan itu.

     

    Hukuman Lee akan dijatuhkan pada 23 Agustus dan ia menghadapi hukuman maksimum seumur hidup di penjara.

     

    Sebelumnya pada bulan Maret, mantan perwira Badan Intelijen Pertahanan AS, Ron Rockwell Hansen, mengaku bersalah karena berusaha mengirimkan informasi rahasia ke China dan menerima ratusan ribu dolar saat bertindak sebagai agen untuk Beijing.

     

    Juni lalu, mantan petugas kasus CIA lainnya, Kevin Mallory, dihukum atas tuduhan spionase karena menyerahkan dokumen rahasia ke China.

     

    Minggu ini, Direktur FBI Christopher Wray mengatakan China merupakan ancaman terbesar bagi Amerika Serikat menyangkut spionase ekonomi.

     

    Bulan lalu, Departemen Kehakiman mengatakan seorang mantan insinyur dan pengusaha China dituduh melakukan spionase ekonomi dan berkonspirasi mencuri rahasia dagang dari General Electric dalam sebuah skema di mana pemerintah China memberikan dukungan finansial dan lainnya.

     

    Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian

    Thanks for reading & have a nice day

     

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • Kanada Desak Maduro Mundur dari Kursi Presiden Venezuela

    Kanada Desak Maduro Mundur dari Kursi Presiden Venezuela - Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland mengatakan, Ottawa mendesak Presiden Venezuela ,Nicolas Maduro untuk mengundurkan diri dari jabatannya untuk memulihkan demokrasi di negara itu. Freeland juga mendesak untuk diadakannya, apa yang dia sebut pemilihan umum yang bebas dan adil di Venezuela.

     

    "Warga Venezuela yang berani berada di jalan-jalan kota mereka berjuang untuk kembali ke demokrasi dan tatanan konstitusi. Saya ingin mengatakan kepada semua orang Venezuela, Kanada mendukung Anda," ucap Freeland.

     

    "Saya ingin mengatakan kepada rezim Maduro yang tidak sah dan para pendukungnya, sekarang saatnya untuk minggir dan mengizinkan Venezuela untuk kembali ke demokrasi, memungkinkan Venezuela untuk kembali ke tatanan Konstitusi dan mengizinkan pemilihan yang bebas dan adil," sambungnya.

     

    Pernyataan Freeland datang tidak lama setelah aksi meletus di Caracas dan beberapa kota lain di Venezuela setelah adanya sekelompok prajurit militer memihak pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido. Menurut sejumlah laporan, dalam aksi protes, yang mengakibatkan bentrokan dengan pasukan keamanan, beberapa lusin orang terluka.

     

    Guaido sendiri, melalui sebuah video yang diunggah aku akun Twitternya pada Selasa lalu mendesak militer Venezuela untuk turun ke jalan untuk "mengakhiri perebutan kekuasaan" di negara itu.

     

    Wakil Majelis Nasional dari negara bagian Miranda, Manuela Bolivar menyatakan, setidaknya 78 orang terluka dalam bentrokan dengan para penegak hukum selama protes anti-pemerintah di di Caracas dan 89 lainnya ditangkap.

     

    Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez mengatakan bahwa setidaknya delapan penegak hukum terluka dalam bentrokan dengan para pengunjuk rasa.

     

    Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian

    Thanks for reading & have a nice day

    Lire la suite...


    votre commentaire